Kamis, 13 September 2018

Diantara Tanda Kebahagiaan: "Apabila diberi Kenikmatan, Bersyukur"

Bersyukur merupakan suatu tanda kebahagiaan. Karena dengan seseorang pandai bersyukur, berarti dia pandai melihat nikmat Allah  dan dia tahu betapa besar nikmat Allah kepadanya. Bahkan jika seseorang pandai bersyukur atas segala nikmat yang Allah beri, niscaya Allah tambahkan nikmat tersebut.

Allah ta’ala berfirman:

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azabKu sangat berat’.” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur adalah menegakkan/menunaikan hak atas nikmat-nikmat Allah. Maka hendaklah setiap diri mengaplikasikan syukur dalam kehidupannya, yang dalam hal ini mencakup tiga perkara yakni sebagai berikut:

  1. Seseorang harus mengetahui bahwa nikmat-nikmat yang ada padanya adalah berasal dari Allah Ta'ala sehingga dia tidak boleh sombong sebagaimana kesombongan Qarun. Seseorang harus meyakini bahwa nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepadanya, bukanlah karena kehebatan atau karena kepandaiannya. Namun semua kenikmatan tersebut, berupa kesehatan, harta berlimpah, anak keturunan dan lainnya adalah semata-mata datangnya dari Allah. Dan Allah Yang Maha Kuasa berhak memberi kepada siapa yang Allah kehendaki atau menahannya dari siapa yang Allah kehendaki.

  1. Menyebut-nyebut nikmat Allah Ta’ala bersamaan dengan ia sandarkan nikmat tersebut kepadaNya. Artinya, menyebut-nyebut nikmat Allah bukan dalam rangka menyombongkan diri, namun dalam rangka bersyukur karena Allah senang jika melihat bekas-bekas nikmatNya ada pada hambaNya. Oleh karena itu, jika Allah Ta’ala beri nikmat janganlah seseorang menyembunyikannya. Karena terkadang, seseorang lebih lihai dan lebih senang menceritakan penderitaan dan duka laranya daripada menyebut-nyebut dan menampakkan nikmat Allah yang ada pada dirinya, sehingga yang terdengar hanyalah derita dan kesusahannya saja. Jika demikian, maka kapankah dia menyebut-nyebut nikmat Allah yang demikian banyak ada pada dirinya?!  

  1. Memanfaatkan nikmat-nikmat tersebut dalam rangka mendapatkan keridhoan Allah Ta'ala. Nikmat yang Allah berikan, selayaknya dimanfaatkan pada perkara yang dapat mendatangkan keridhoan Allah. Jika Allah beri kendaraan, maka gunakan kendaraan tersebut untuk menghadiri majlis-majlis ilmu, dalam ibadah kepada Allah. Oleh karena Allah murka jika nikmat yang Allah beri, digunakan dalam kemaksiatan, dalam hura-hura dan bukan di jalan Allah.

Adapun cara untuk mengetahui bahwa nikmat Allah begitu besar kepada diri kita, adalah; janganlah melihat ke atas namun hendaklah melihat ke bawah kepada orang lain yang keadaannya ‘lebih lemah’. Sebab jika seseorang melihat ke atas yakni kepada orang yang ‘lebih darinya’, maka  dia akan memandang remeh nikmat Allah yang telah Allah karuniakan untuknya. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُم وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ, فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اَللَّهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Muttafaqun ‘alaih).


            Kemudian, hendaklah memiliki sifat qanaah (merasa cukup dengan apa yang Allah beri) sehingga tidak terbesit dalam hati ambisi dan ketamakan. Karena dalam perkara nikmat Allah berupa harta benda misalnya, maka sejatinya orang yang kaya adalah yang luas hatinya dan penuh syukur, tenang dan tentram menjalani kehidupannya walau tanpa bergelimang harta. Dan orang yang fakir sejatinya adalah yang haus dan serakah mencari dunia walau disisinya terdapat sejumlah harta..............

Wallahu Waliyut Taufiq

Disadur dan diringkasi dari: Buku SYARAH AL-QAWAA'IDUL ARBA', penulis Al-Ustadz Junaid Ibrahim Iha, penerbit MDHJayapura.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar